We are Part of the Solutions

Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Kamis, 3 September 2020. Awal September 2020 ini, Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan dan

Indonesia dan Uni Eropa Tingkatkan Kerja Sama Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim
Menuju Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Sektor Pertanian Model 2
Menjaga Lingkungan Tanpa Memperlambat Pembangunan

Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Kamis, 3 September 2020.

Awal September 2020 ini, Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan dan Verifikasi Ditjen PPI menyelenggarakan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Inventarisasi GRK dan MPV pada wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerin LHK Dr. Ruandha Agung Sugardiman, M,Sc serta dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Nusa Tenggara Barat Ir. Madani Mukarom, BSc.F, M.Si mewakili Sekretaris Daerah Prop. NTB.

Direktur Jenderal PPI Dr. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc

Kegiatan di Mandalika, Lombok Tengah ini berlangsung 3 – 4 September 2020 dengan narasumber dari sektor terkait (Kementerian ESDM, Pusat Industri Hijau – Kementerian Perindustrian, Biro Perencanaan- Kementerian Pertanian, Ditjen PSLB3, Ditjen PKTL -KLHK) Direktorat IGRK MPV, Dinas LHK Propinsi NTB dan akademisi Universitas Mataram, serta Balai PPIKHL Regional Jawa Bali dan Nusa Tenggara. Pesertanya dari dinas-dinas terkait dari 9 propinsi di Jawa Bali dan Nusa Tenggara serta dari kabupaten/kota di regional tersebut. Di samping pertemuan tatap muka, pertemuan ini juga dilaksanakan secara daring yang dihadiri oleh para peserta dari kementerian/lembaga terkait  dan para operator aplikasi SIGN SMART dan SRN  region Jawa Bali Nusa Tenggara dari dinas-dinas propinsi/kabupaten/kota.

Direktur IGRK MPV Dr. Syaiful Anwar, M.Sc

Peserta Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Inventarisasi GRK dan MPV

pada wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara

Pada sambutan pembukaan, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Ditjen PPI) Kementerian LHK DR. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc mengatakan bahwa “We are part of the Solutions”, kita adalah bagian dari solusi dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dunia. Hal itu terbukti dengan berbagai penghargaan yang diterima Indonesia dari dunia internasional dalam tempo 5 tahun terakhir. Yang terbaru adalah apresiasi dari komunitas internasional dalam bentuk rekognisi keberhasilan dan dana pengelolaan lingkungan hidup sebesar US$ 103,78 juta atau sekitar Rp 1,52 triliun dari Global Climate Fund (GCF). Indonesia dinilai berhasil mengurangi GRK dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan, sebesar ± 20,25 juta tCO2e melalui program Reducing Emision from Degradation dan Deforestation (REDD+).

Pada bulan Maret lalu, Indonesia juga mendapatkan dana pengelolaan lingkungan dan perubahan iklim sebesar US$ 53 juta atau setara Rp 840 miliar dari kerjasama Indonesia-Norwegia, karena dinilai berhasil menurunkan emisi GRK sebesar ± 17 juta tCO2e.

Prestasi nasional ini tentunya mendapat dukungan dan upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah daerah, khususnya dalam kebijakan dan regulasi daerah yang sinergis dengan kebijakan pemerintah pusat. Sekretaris Daerah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas LHK Prop. NTB Ir. Madani Mukarom, BSc.F. mengatakan bahwa Pemprop NTB melalui visi NTB Gemilang, Lestari dan Zero Waste telah menerbitkan Peraturan Gubernur nomor 54 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim. Disamping itu juga NTB mempunyai kawasan  Teluk Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora) yang telah resmi sebagai cagar Biosfir (Biosfer Reserve) . Hal ini tentunya sangat mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca baik dari sektor lahan maupun limbah, juga sektor lainnya industri dan transportasi.

Narasumber dari kiri ke kanan : Sekertaris Dinas LHK Prop. NTB Samsudin, S.Hut, M.Si,

Kepala Balai PPIKHL Jabalnusra Haryo Pambudi, S,Hut, M.Sc,

Direktur IGRK MPV Dr. Syaiful Anwar, M.Sc, Dr. Markum (Dosen Universitas Mataram).

Moderator : Dr. Lalu Adi Gunawan (Bappeda Prop. NTB)

Upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim baik dari segi regulasi maupun program kegiatan pemerintah dan masyarakat harus  dihitung dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan laporan yang valid. Oleh karena itu untuk menghitung emisi GRK, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV telah membangun sistem aplikasi online berbasis web sejak tahun 2015 yang disebut dengan SIGN SMART (Sistem Informasi GRK Nasional, Sederhana, Mudah, Akurat, Ringkas, dan Transparan). Sistem tersebut dapat diakses melalui http://signsmart.menlhk.go.id.

Disamping itu, untuk melakukan pencatatan (registri) terhadap aksi mitigasi dan sumberdaya perubahan iklim, juga telah dibangun Sistem Registry Nasional (SRN – Perubahan Iklim), yang juga dapat diakses secara online melalui http://srn.menlhk.go.id.

Narasumber dari kiri ke kanan : Heri Purnomo (Analis data Sektor Pertanian),

Endah Ryana (Kasi IGRK Sektor Lahan), Irawan Asaad (Kasubdit IGRK Sektor Berbasis Lahan),

Akma Yeni Masri (Kasi IGRK Sektor Energi dan IPPU), Alan Rosehan (Kasi IGRK Sektor Limbah)

Narasumber dari kiri ke kanan : Wawan Gunawan (Kasi MPV dan Registri Aksi Mitigasi Sektor  Kehutanan),

Hari Wibowo (Kasubdit MPV dan Aksi Mitigasi Sektor Non Lahan),

Budiharto (Kasubdit MPV dan Registri  Aksi Mitigasi Sektor Lahan)

Pada kesempatan ini Direktorat IGRK MPV juga memberikan pelatihan dan coaching clinic bagi para operator SIGN SMART dan SRN dari pemerintah propinsi dan kabupaten/kota di 9 propinsi di Jawa Bali dan Nusa Tenggara. Melalui pelatihan ini kita berupaya meningkatkan kapasitas penyelenggaraan IGRK MPV dengan semangat, “Planet Bumi hanya satu, Tidak ada plan B, Mari bertindak Sekarang dan Realistis”. Demikian motivasi bernas dari Direktur IGRK MPV Dr. Syaiful Anwar, M.Sc dalam pidato pembukaan acara tersebut.###

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0