Identifikasi Teknologi Rendah Karbon Di Provinsi DI.Yogyakarta

Identifikasi Teknologi Rendah Karbon Di Provinsi DI.Yogyakarta Identifikasi Teknologi Rendah Karbon Di Provinsi DI.Yogyakarta Yogyakarta (13

Dinas Lingkungan Hidup Klaim Kualitas Udara di GBK Berkategori Baik
Sinkronisasi Data Inventarisasi GRK
WORKSHOP PERCEPATAN OPERASIONAL SRN

Identifikasi Teknologi Rendah Karbon Di Provinsi DI.Yogyakarta

Identifikasi Teknologi Rendah Karbon Di Provinsi DI.Yogyakarta

sepmobil1

Yogyakarta (13 September 2018), FGD identifikasi teknologi rendah karbon kali ini merupakan hasil kerjasama Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional dengan Bappeda Provinsi DI. Yogyakarta. Dalam paparannya, Ibu Ardina Purbo (Kasubdit Peningkatan Kapasitas dan Informasi Teknologi Rendah Karbon) yang mewakili Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional menjelaskan perlunya pemetaan teknologi rendah kabon yang telah ada untuk pengembangan lebih lanjut sebagai salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam pemenuhan Paris Agreement dan pencapaian target NDCdi semua sektor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah Provinsi DI. Yogyakarta yang terkait langsung dengan NDC, Lembaga/instansi penelitian dan pengembangan, dan pihak swasta/perusahaan. Pada forum ini narasumber yang mewakili sektor energy, limbah, pertanian dan kehutanan diberikan kesempatan untuk memaparkan teknologi rendah karbon yang telah berjalan disektornya masing-masing. sektor swasta diwakili oleh pengerajin emas dan perak dari Kotabaru yaitu “Salim Perak”.

Dari FGD ini dapat diketahui bahwa energy baru terbarukan di Yogyakarta sudah berjalan cukup baik dan manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh sebagian warga. Hingga saat ini belum ada terminology baku terkait teknologi rendah karbon, namun secara umum “teknologi rendah karbon” dapat dikaitkan dengan teknologi yang memiliki efisiensi terhadap penurunan emisi GRK (baik secara finansial, dampak lingkungan dan aspek lainnya), inovasi teknologi atau substitusi terhadap teknologi lama/konvensional.

Harapan kedepan database teknologi rendah karbon ini bisa mendukung kebijakan satu data GRK (Sistem Registry Nasional). Sekaligus dapat menjawab level penggunaan dan kebutuhan teknologi rendah karbon yang ada di Indonesia di berbagai sektor dalam mencapai target NDC.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0