Sinkronisasi Data Inventarisasi GRK

  Jakarta, 27 Agustus 2018, Direktorat IGRK dan MPV melaksanakan Pemutakhiran Data Inventarisasi GRK Sektor Berbasis Lahan dan Non Lahan    

WORKSHOP PERCEPATAN OPERASIONAL SRN
Dinas Lingkungan Hidup Klaim Kualitas Udara di GBK Berkategori Baik
Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 1.000 Pasukan Oranye Saat Asian Games

 

sepigrk21

Jakarta, 27 Agustus 2018, Direktorat IGRK dan MPV melaksanakan Pemutakhiran Data Inventarisasi GRK Sektor Berbasis Lahan dan Non Lahan     tahap 1.

Hasil pelaporan tahun 2017 menunjukan bahwa kontribusi capaian NDC sampai tahun 2016 adalah 8.7% dari taget 29% pada tahun 2030. Untuk mengukur capaian emisi pada tahun 2018 diperlukan kegiatan inventarisasi GRK sampai dengan tahun 2017.

Sampai dengan Juli 2018 telah dilaksanakan pendgumpulan data dari 5 sektor dan telah dilakukan kalkulasi sementara emisi GRK sampai dengan tahun 2017 (T-1). Data yang telah terkumpul 95% untuk sektor lahan (kehutanan dan pertanian) serta 89% untuk sektor non lahan (energy, industry dan limbah). Pengumpulan data diambil dari beberapa publikasi yang telah resmi diterbitkan Kementerian terkait, juga data nasional Badan Pusat Statistik.

sepigrk22

Selain data pokok, pengumpulan data aksi juga dilakukan di masing-masing sektor. Namun sampai saat ini beberapa sektor belum menyampaikan data aksi. Beberapa sektor masih memiliki kesulitan memperoleh data aksi langsung dilapangan, dikarenakan belum ada system di sektor yang menghimpun data real di lapangan. Sehingga data aksi yang terlaporkan masih berdasarkan data asumsi atau data perencanaan aksi. Sedangkan berdasarkan laporan uji petik KLHK di lapangan, beberapa kegiatan aksi masih berjalan namun tidak terdokumentasi oleh sektor. Disampaikan oleh Direktur Inventarisasi GRK dan MPV, bahwa sesungguhnya kegiatan inventarisasi GRK ini adalah kegiatan yang memotret seluruh data GRK apa adanya dan diharapkan data yang didapatkan bukan hanya data yang dilaporkan dalam RAN, namun juga data di luar RAN. KLHK telah menyediakan sistem monitoring aksi SRN yang diharapkan juga dapat dimanfaatkan sektor untuk membatu pendataan dan monitoring kegiatan aksi lain selain aksi yang termuat dalam RAN. Kegiatan yang belum terdokumentasi sesungguhnya akan menjadi tambahan capaian aksi dalam penurunan emisi di sektor dan diharapkan target NDC dapat tercapai.

Selain pembahasan data aktifitas dan factor emisi juga dibahas mengenai metodologi perhitungan emisi di setiap sektor. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa untuk beberapa sektor akan dilakukan rekalkulasi. Rekalkulasi dilakukan oleh karena adanya penambahan data aktivitas. Hal ini juga akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan dokumen BUR nantinya.

Melalui pemutakhiran data inventarisasi GRK diharapkan adanya klarifikasi terhadap data aktivitas dan factor emisi yang terupdate dari setiap sektor terkait berdasrkan hasil pengumpulan data oleh Tim Direktorat IGRK dan MPV.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0